Hina baginya zahir
Yang dia intai dari jiwa
Aku dinilai dari mata hatinya
Buatkan aku kembali bernyawa
Yang dulunya aku hilang percaya
Terasa hati ingin berpaut
Lalu ku terima
Sentuhan ikhlas dari tangannya
Namun..
Kelamaan.. tersedar..
Ikhlasnya tampak jelas
Hakikatnya di sini masih lagi merana..
Hancur itu...
Mana mungkin bisa tercantum
Mana mungkin kembali sempurna
Mana mungkin lurus pandangan indera
Kadang terbias sinaran dari permata
Malamku kadang terjaga
Terigau sinaran sang delima
Entah mengapa kaca juga nampak bercahaya
bidadara di kala derita
Tambah jiwaku melara
Aku cuma pelakon atas pentas dunia
Yang DIA cipta
Punya hati dan jiwa
Yang luluh dan bisa hancur
Jika tidak dijaga
Biasan delima
Tidak mampu ku genggam
cuma terlihat dalam lena
Dan jaga
Hanya mampu ku lihat
Dalam maya
Hanya mampu kurindu
Sinarannya
Kerana tertulis jalan cerita
Jariku berjanji dengan darah
Saat terdesak membaluti jiwa yang lara..
_nfrm_
No comments:
Post a Comment